September 12, 2018

Dorong Komitmen Para Pemimpin untuk Percepat Pengembangan Energi Bersih

76 Organisasi di 19 Kota Tergabung dalam 28 Aksi
untuk RISE FOR CLIMATE Indonesia:

Dorong Komitmen Para Pemimpin untuk Percepat Pengembangan Energi Bersih

rise-for-climate-indonesia

Around 300 young people in Jakarta, Indonesia join the #riseforclimate and demand for a just and rapid transition to 100% renewable energy.

 

Jakarta 8 September 2018 – Hari Sabtu ini, Indonesia turut berpartisipasi dalam aksi global serentak RISE FOR CLIMATE yang ditandai dengan kolaborasi 76 organisasi di 19 kota menyelenggarakan 28 aksi mendorong kepemimpinan dan komitmen pemerintah nasional dan di tingkat lokal dalam mengembangkan energi bersih. Aksi-aksi Indonesia menjadi bagian lebih dari 850 aksi yang dilakukan 464 organisasi di 95 negara. Aksi serentak ini dipicu dari keinginan membangun dukungan publik secara masif terhadap pengembangan energi bersih dengan mengangkat inisiatif energi bersih yang dapat menjadi contoh baik dan mengundang inisiatif lain yang belum terangkat di tingkat individu, komunitas, organisasi masyarakat sipil, hingga sektor swasta.

“Kami hendak memperlihatkan bahwa publik Indonesia bersemangat dan punya kekuatan mendukung pengembangan energi bersih. Harapannya, semangat ini menginspirasi kekuatan yang lebih besar lagi, yaitu pemerintah, agar berkomitmen melakukan percepatan dalam pemanfaatan energi bersih, dari urban hingga pedesaan, karena sumber energi bersih akan meningkatkan ekonomi masyarakat dan berkontribusi pada upaya penanggulangan perubahan iklim,” jelas Devin Maeztri, Koordinator RISE FOR CLIMATE Indonesia. “Komitmen pemerintah ini ditunjukkan dalam bentuk regulasi, teknologi, pendanaan, hingga peningkatan kapasitas masyarakatnya,” tambah Devin lagi.

Dr Fachruddin M Mangunjaya, M.Si, Chairman of Center for Islamic Studies, Universitas Nasional, Jakarta, sebagai salah satu kolaborator RISE FOR CLIMATE Indonesia menyatakan, “Hari ini, kami ingin memberi contoh bahwa komunitas kami juga sudah berkomitmen menginisiasi pemanfaatan energi bersih. Kuliah umum ini adalah bagian dari rangkaian penyadartahuan isu perubahan iklim dan energi bersih bersama dengan tokoh masyarakat, remaja masjid, pesantren, dan mahasiswa, yang didukung oleh platform Eco-Masjid dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Target kami adalah orang muda karena mereka adalah aset masa depan.”

Berbeda lagi pesan yang diangkat di Bengkulu. Suarli Sarim dari Kanopi Bengkulu yang merupakan koordinator aksi RISE FOR CLIMATE Bengkulu mengangkat kaitan energi bersih dengan dampak buruk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara bagi kesehatan dan penanggulangan perubahan iklim. “Kami mengajak 7 komunitas dan 6 BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) kampus untuk nonton bareng dan diskusi sebagai penyadartahuan pentingnya energi bersih. Saat ini, PLTU batubara masif didirikan di Indonesia, khususnya di Sumatera, dalam rangka pencapaian program pemerintah 35 ribu MW. Salah satunya adalah yang akan didirikan di Bengkulu berkapasitas 2 x 100 MW di Teluk Sepang. Dampak polutan PLTU mengakibatkan kematian dini, stroke, penyakit jantung, kanker paru-paru, serta penyakit pernafasan. Jadi pesan kampanye kami adalah meminta para pemimpin memulai transisi menuju energi bersih yang adil dan mendesak Gubernur Bengkulu untuk menghentikan proyek PLTU batu bara di Teluk Sepang.”

RISE FOR CLIMATE adalah sebuah momen dan langkah awal mengangkat dan melibatkan siapapun dan dimanapun kita berada untuk bersinergi mendorong percepatan pemanfaatan energi bersih sesuai dengan potensi daerahnya. Dampak iklim dirasakan oleh siapapun tanpa pandang bulu dan tanpa terkecuali.

Di Jakarta, kolaborasi orang muda untuk energi bersih ditunjukkan dengan adanya dialog lintas iman bertema “Energi Bersih, Satukan Indonesia”, pukul 14.00 – 17.00 di @america, Pacific Place, oleh Campaign.com, Koaksi Indonesia, Indorelawan.org, Temu Kebangsaan (Tembang), Climate Institute, WWF-Indonesia, dan 350.org. Kegiatan ini mengundang Yenny Wahid (Wahid Institute), Romo Andang Binawan (praktisi lingkungan hidup), Andhyta F. Utami (Peneliti World Bank & Pemerhati Isu Pembangunan dan Perubahan Iklim), dan Dinar Prasetyo (Direktur Eksekutif Energi Bersih Indonesia) untuk membahas pentingnya dukungan dan aksi nyata pengembangan energi bersih di kehidupan sehari-hari dalam perspektif lintas iman.

Indonesia sendiri sudah memiliki target energi terbarukan dalam bauran energi nasional sebanyak 23 persen pada tahun 2025. Target ini akan tercapai dengan adanya kerja sama semua pihak, baik pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, akademisi, komunitas, dan masyarakat luas. “Kami mengajak kita semua, terutama orang muda Indonesia, untuk menyadari kembali dampak besar perubahan iklim yang sudah dan akan terjadi ke depan dengan beralih ke energi bersih mulai dari sekarang. Mari menginspirasi dan menjadi terinspirasi dengan inisiatif energi bersih yang sudah ada, dan ayo berkolaborasi untuk membuat aksi kolektif yang lebih besar,” tutup Devin.

***

Aksi Indonesia untuk RISE FOR CLIMATE didukung oleh:

  1. 350.org Indonesia
  2. Balai Perempuan Desa Dauh Peken
  3. Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Bengkulu
  4. BEM FMIPA UNEJ
  5. BEM IAIN Bengkulu
  6. BEM KBM Universitas Negeri Bengkulu.
  7. BEM Tri Mandiri Sakti Bengkulu
  8. BEM Trisula Bengkulu
  9. Bem Unived Bengkulu
  10. BEM Universitas Muhammadiah Bengkulu
  11. Campaign
  12. Clean Actions Bandung
  13. Climate Institute
  14. Climate Rangers
  15. Climates Indonesia
  16. CoAction Indonesia
  17. Earth Hour Balikpapan
  18. Earth Hour Bogor
  19. Earth Hour Malang
  20. Earth Hour Mataram
  21. Earth Hour Pontianak
  22. Earth Hour Samarinda
  23. Earth Hour Tangerang
  24. Ecoton
  25. Enerbi
  26. Forum Temu Kebangsaan
  27. Fossil Free Community Surabaya
  28. Gempa Bengkulu
  29. Gerakan Ecomasjid
  30. Gerakan Shadaqah Sampah Kampung Brajan
  31. Green Mommy Shop
  32. Green Women Lakardowo
  33. Greenpeace Youth Bandung
  34. HMI Cabang Bengkulu
  35. Inde Dou Institute
  36. Indorelawan.org
  37. Institute for Essential Service Reform
  38. International Institute for Sustainable Development – GSI
  39. Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kalimantan Timur
  40. Jurusan Sosiologi UMM
  41. Kanopi Bengkulu
  42. KBR
  43. Kelompok Kerja 30 (POKJA 30)
  44. Koalisi Perempuan Indonesia
  45. Komunitas Film Bengkulu
  46. Komunitas Fossil Free Bandung
  47. Komunitas Fossil Free Cilegon
  48. Komunitas Fossil Free Malang
  49. Komunitas Fossil Free Semarang
  50. Komunitas Fossil Free Yogyakarta
  51. Komunitas Kost Bengkulu
  52. Komunitas Seni Rupa Bengkulu
  53. Kophi Bandung
  54. KRuHA
  55. Kunti Bhakti
  56. LLHPB Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Kalimantan Barat
  57. LLHPB Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Malang
  58. LLHPB Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Yogya
  59. Nawakalam Gemulo Kota Batu,
  60. Omah Aksi
  61. Pesantren Modern Daarul Ulum Lido
  62. Publish What You Pay Indonesia
  63. Pusat Pengajian Islam Universitas Nasional
  64. RPK FM
  65. Sampan Kayu Bengkulu
  66. Sasenitala
  67. Siklus ITS
  68. Sobat Bumi Surabaya
  69. Srikandi Bumi
  70. STAR FM
  71. Studio Energi
  72. The Climate Reality Project Indonesia
  73. UGreen ITB
  74. Warung Energi
  75. WWF Indonesia
  76. Yayasan Lengis Hijau

Informasi lebih lanjut tentang daftar kota dan jenis kegiatannya dapat menghubungi:

Devin Maeztri
Penanggung jawab RISE FOR CLIMATE di Indonesia
devin@350.org | 081319068130

Juris Bramantyo
Spesialis Media untuk RISE FOR CLIMATE di Indonesia
Juris.bramantyo@coaction.id | 085643103230

Yesi Maryam
Spesialis Media untuk RISE FOR CLIMATE di Jakarta
yesi@iesr.or.id | 081212470477

Situs web RISE FOR CLIMATE INDONESIA: https://id.riseforclimate.org/